Tim Gabungan Akhirnya Temukan Dua Jenazah Anak Tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan

GEMEDIANEWS – Suasana libur Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah atau bertepatan dengan hari Rabu (10/4/2024) pukul 13.30 WIB, dua anak yakni berinisial D (13) dan DD (13) tenggelam di Situ Cileunca Kampung Cibuluh Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Sebelum tenggelam kedua anak ini sedang bermain menggunakan rakit bambu. Kedua korban tenggelam itu warga Kampung Pasirmulya RT 04/RW 09 Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Alhamdulillah pada Minggu (14/4/2024) kemarin, dua jenazah anak korban tenggelam itu berhasil ditemukan tim gabungan.

Kedua korban itu berhasil ditemukan oleh tim gabungan, yakni jajaran Polsek Pangalengan, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan pihak lainnya yang melakukan pencarian selama lima hari berturut-turut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. H. Kusworo Wibowo melalui Kapolsek Pangalengan AKP Edi Pramana menjelaskan bahwa tugas pokok Polri yakni melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat sesuai dengan UU No 2 tahun 2002.

“Kegiatan ini dilaksanakan memiliki maksud dan tujuan yaitu agar menghimbau para wisatawan untuk mematuhi peraturan yang ada di lokasi wisata guna menjaga keselamatan baik barang maupun orang,” ujar Edi dalam keterangannya, Senin (15/4/2024).

Tim Gabungan Akhirnya Temukan Dua Jenazah Anak Tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan
Tim Gabungan Akhirnya Temukan Dua Jenazah Anak Tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan

Edi mengatakan, sebelum kedua jenazah korban ditemukan, jajaran Polsek Pangalengan bersama Koramil, Satpol PP, Pemdes Pulosari, Pemdes Warnasari, BPBD, Basarnas, Tapak Tiara dan simpatisan masyarakat terus berupaya melakukan pencarian korban tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan.

“Tepatnya pada hari Minggu, tanggal 14 April 2024 akhirnya jenazah kedua korban ditemukan mengambang tidak jauh dari lokasi dimana pertama kali tenggelam. Setelah ditemukan, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan,” katanya.

Berdasarkan keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian, Edi mengatakan bawah korban memaksa untuk menggunakan perahu rakit bambu ke tengah danau.

“Setelah tiba di tengah danau atau di sekitar lokasi kejadian korban terlihat tenggelam,” kata Edi.

Begitu juga yang dikatakan saksi lainnya, Edi mengatakan bahwa korban memaksa menggunakan perahu rakit bambu ke tengah danau.

“Setelah tiba di sekitar lokasi kejadian, korban terjatuh dari rakit dan terlihat tenggelam. Selanjutnya para saksi menghubungi warga lainnya, dan informasi ini dilanjutkan ke Polsek Pangalengan,” tuturnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *