Kustini Terjebak diatas Atap Saat Banjir Dayeuhkolot Menerjang Rumahnya

Berita Utama, News128 Dilihat

GEMEDIANEWS – Kustini (40) warga RW.17 Kampung Lamajang, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, harus bertahan sekitar 7 jam di tembok atap rumah tetangganya sebelum akhirnya bisa dievakuasi saat kejadian banjir bandang yang menghantam rumahnya, Kamis (11/1) petang.

Saat kejadian Kustini baru saja sampai di rumahnya sekitar pukul 17.30 WIB, usai ia menyimpan motornya tiba-tiba air dengan derasnya menyapu motor miliknya.

“Waktu itu saya baru aja nyimpen motor, tiba-tiba air besar menyapu motor saya dan punya tetangga, motor saya terseret sekitar 100 meter lebih, saya lalu menyelamatkan diri ke dalam rumah, tapi air juga cukup tinggi dan deras di dalam rumah,” kata Kustini saat ditemui Koran Gala, Selasa (16/1).

Karena air didalam rumahnya semakin tinggi dan sangat deras, Kustini mencoba masuk kedalam kamar yang posisinya lebih tinggi, namun ternyata air semakin tinggi dan deras menerjang rumahnya.

“Didalam rumah juga air ternyata semakin tingggi dan deras, akhirnya saya ke kamar kebetulan posisinya agak tinggi, tapi airnya makin kenceng saya naik ke box sama ibu saya, terus ngejebol atap rumah dan keluar lewat genteng sama ibu saya,” ujar Kustini.

Usai berhasil menjebol atap rumah dan menyelamatkan diri lewat genting rumahnya, dibawah hujan yang cukup deras malam itu, Wanita yang berprofesi sebagai Ojek Online (Ojol) ini berlindung di benteng rumah tetangganya.

“Saya dan ibu saya diem dan berlindung di benteng bangunan rumah tetangga yang belum jadi, sampai akhirnya dapat di evakuasi hari Jumat, Pukul 00.30 WIB,” ungkap Kustini.

Akibat kejadian itu, kata Kustini, barang-barang berharga miliknya tidak ada yang bisa diselamatkan, bahkan rumahnya roboh dan sepeda motor yang biasa ia gunakan untuk mencari nafkah sebagai Ojol juga hancur terseret derasnya air luapan sungai Cigede yang menerjang tempay tinggalnya.

“Nggak ada yang bisa diselametin semua terendam banjir, rumah saya juga roboh terus motor satu-satunya yang biasa dipake untuk cari nafkah juga hancur, baju juga tinggal yang dipakai di badan, buku dan seragam sekolah anak saya juga tidak bisa diselamatkan, untung dapat sumbangan seragam dari Sekolah” ujar Kustini.

Kondisi sepeda motor Kustini (40) yang hancur terseret banjir

Sejak Jumat dini hari (12/1) Kustini tinggal di tempat pengungsian, ia mendapatkan kebutuhan sehari-hari termasuk pakaian.

“Alhamdulillah sih di tempat pengungsian mah nggak kekurangan, cuma saya berharap ada yang bisa bantu memperbaiki sepeda motor saya, soalnya saya kan single parent yang harus menafkahi anak dan ibu saya, jadi saya butuh motor saya buat kerja lagi sebagaj ojol,” kata Kustini.

Selain itu, Kustini berharap rumahnya bisa segera diperbaiki, tapi menurutnya yang butuhkan secepatnya motor milikya bisa segera diperbaiki.

“Inginnya sih ada bantuan agar rumah saya bisa segera diperbaki, tapi yang ingin segera mah motor saya, supaya saya bisa narik lagi dan mencari nafkah,” pungkas Kustini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *