Dispusip Kab. Bandung Gelar Bedas Literasi Ramadan Festival 2024

Berita Terkini, News107 Dilihat

GEMEDIANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) menyelenggarakan Bedas Literasi Ramadan Festival (Berlian Fest 2024). Kegiatan ini dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah.

Kepala Dispusip Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi, S.STP., M.Si., mengatakan Bedas Literasi Ramadan Festival atau Berlian Fest 2024 ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip dalam mengisi kegiatan di bulan suci Ramadan.

“Pada Ramadan 1445 Hijriyah tahun ini, kegiatan Berlian Fest 2024 rencana akan dimulai pada tanggal 14 Maret 2024, diawali dengan acara pembukaan secara resmi oleh Bapak Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna,” kata Teguh dalam keterangannya, Minggu (10/3/2024) malam.

Menurut Teguh, pada kegiatan pembukaan tersebut akan diserahkan santunan bagi anak yatim dan anak penderita stunting.

Untuk diketahui oleh masyarakat Kabupaten Bandung, imbuhnya, bahwa dalam kegiatan Berlian Fest 2024 ini diselenggarakan berbagai perlombaan, diantaranya lomba cerdas cermat bunda literasi RW yang mewakili desa masing-masing.

“Sebanyak 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung akan mengikuti kegiatan lomba cerdas cermat tersebut. Selain itu untuk tingkatan TK/PAUD akan diselenggarakan lomba kolase mozaik. Untuk tingkatan SD akan diselenggarakan lomba menulis surat untuk Bupati Bandung,” kata Teguh.

“Kemudian, untuk tingkatan SMP akan diselenggarakan lomba membaca puisi hasil karangan sendiri yang bertemakan bulan suci Ramadan. Untuk tingkatan SMA akan diselenggarakan lomba mereviu buku yang terdapat dalam perpustakaan digital Kabupaten Bandung IBandungKab,” imbuhnya.

Teguh menyampaikan bahwa pada kegiatan Berlian Fest 2024 juga akan digelar Bazar Buku Murah dari beberapa Penerbit diantaranya dari Penerbit Gramedia, Erlangga dan Sarana Panca Karya Nusa.

Tak hanya itu, katanya, Dispusip akan melaksanakan bazar UMKM sebagai mitra Dispusip, yaitu dari beberapa Taman Baca Masyarakat (TBM) yang sudah memiliki konsep TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial).

“Jadi TBM yang sudah memiliki hasil produk UMKM diantaranya TBM Sehati yang menghasilkan produk tahu Mang Yayat, Rumah Baca Nurul Dzakiyah yang menghasilkan produk cilok literasi, TBM Darul Jamal yang menghasilkan Produk keripik kentang mustopa, dan banyak TBM yang lainnya yang memiliki produk UMKM,” tuturnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *