Bus Menggunakan Klakson Telolet Bisa Dikenai Sanksi Denda

GEMEDIANEWS – Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan bahwa mobilitas kendaraan pada musim mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/tahun 2024 ini cukup tinggi, apalagi kendaraan angkutan umum terutama bus.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan, tidak hanya anak-anak atau masyarakat yang ada di sekitar jalan tidak untuk meminta klakson telolet,” kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Mangku Anom kepada wartawan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (7/4/2024).

Menurut Mangku Anom, penggunaan klakson telolet sebenarnya sudah melanggar Peraturan Pemerintah No 5 tahun 2012 tentang Ambang Batas Fleksibel Klakson.

“Tentunya dengan kondisi tersebut ada bahaya bagi anak-anak maupun pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Karena dapat memicu kecelakaan lalulintas,” kata Mangku Anom.

“Kami menghimbau kepada masyarakat juga terutama pemilik bus maupun sopir untuk tidak mengakomodir adanya klakson tersebut,” ujarnya.

Untuk memberikan sanksi kepada para pengendara yang menggunakan klakson telolet, kata dia, saat melakukan ramp chek bahwa klakson teloletnya langsung diputus.

“Sudah kami sosialisasikan. Apabila masih dilakukan, tentunya akan kami tindak dengan ancaman denda Rp 500 ribu,” katanya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *